Lazuardi haura GIS

My photo
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Lazuardi Haura Global Islamic School cabang dari Lazuardi Global Islamic School- Pusat, adalah sekolah-sekolah yang berada dibawah naungan yayasan Lazuardi Hayati, yang diketuai oleh Dr. Haidar Bagir, dengan konsultan pendidikan Munif Chatib dan sayd Hedar Ali. Merupakan sekolah yang berwawasan global dan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) dan mengadopsi kurikulum internasional dan standar dari University Of Cambridge International Examinations serta berpandangan islam progresif, mengedepankan pemahaman mengenai perbedaan dan toleransi, termasuk didalamnya dengan menerapkan sistem inklusi yang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus (special need students) dan terbuka menerima siswa dari berbagai latar belakang. Lazuardi haura GIS berada di perbukitan yang tenang di tengah kota Bandar lampung. Dengan pemandangan laut, sungai dan lereng bukit dengan udara yang sejuk, berada dekat dengan lokasi wisata alam, mendukung pembelajaran yang dekat dengan alam dan jauh dari polusi.Dengan konsep sekolah berorientasi alam menempatkan lingkungan sebagai laboratorium belajar yang tidak terbatas.

Tuesday, March 27, 2012

Lazuardi Haura GIS



Selasa, 27 Maret 2012
Ikut Rekam Jejak Orangtua
DSCN1509.jpg
Tribun Lampung - Sabtu, 8 Oktober 2011 07:43 WIB
Semangat mencerdaskan anak bangsa lewat sistem pendidikan modern sudah menjadi impian Shita Dharmasari sejak belia. Hal ini diwujudkannya dengan berbagai aktivitas dan pendidikan yang digelutinya kala itu, hingga akhirnya ia mengabdikan diri sebagai dosen pada salah satu kampus swasta di Bandar Lampung.

Aktivitas ini tidak lepas dari peran orangtua, yang turut serta memotivasi dan menginspirasinya untuk terjun di dunia pendidikan. Di mana latar belakang sang ayah merupakan seorang dosen, juga si Ibu yang tercatat sebagai guru. Meski demikian, kedua orang tuanya memberi kebebasan kepadanya untuk memilih bidang pekerjaan dan profesi yang akan di gelutinya.

”Keinginan untuk terjun sebagai akademisi memang sudah menjadi impian sejak masih kecil dulu. Hal ini terinspirasi dari sosok orangtua, yang memang telah puluhan tahun berkecimpung pada bidang ini.

Meski saya diberi kebebasan, untuk memilih bidang pekerjaan. Namun ketertarikan ini lebih kepada hati dan panggilan jiwa, untuk mengabdikan diri di bidang akademis. Sebab prinsipnya, menjadin guru adlahn menjalankan fungsi kekhalifah Allah SWT di muka bumi, aktivitas ini sudah merupakan kewajiban setiap umat manusia,” ujar Ketua Yayasan Lazuardi Haura.

Ibu yang akrab disapa Shita ini mengungkapkan, secara luas esensi guru bukan hanya bergerak pada bidang akademis formal semata. Lebih dari itu, setiap orang mampu menjadi guru di bidang apapun. Intinya, guru adalah sosok individu yang mampu bermanfaat di lingkungan sosial, tanpa membatasi profesi dan latar belakang sosial dan pendidikannya.

Memang diakuinya, menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalaninya. Pun demikian, sosok ini mampu menjadi inpirasi dan motivator sejati bagi sesamanya. Jadi, sejatinya sosok guru secara umum memiliki esensi mampu mengubah orang lain menjadi lebih baik dari sebelumnya.

”Intinya guru adalah sosok inpirasi dan motivator sejati. Peran ini dapat dilakoni siapa saja, mulai dari pemimpin negara hingga kepala rumah tangga, termasuk siswa di sekolah mampu menjadi guru bagi lingkungan dan sesamanya. Oleh sebab itu, marilah kita berusaha menjadi sosok yang baik dan berupaya untuk merubah lingkungan dan sekitar kita menjadi lebih baik lagi,” ajaknya.(ferika)



Editor : soni
Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m