Lazuardi haura GIS

My photo
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Lazuardi Haura Global Islamic School cabang dari Lazuardi Global Islamic School- Pusat, adalah sekolah-sekolah yang berada dibawah naungan yayasan Lazuardi Hayati, yang diketuai oleh Dr. Haidar Bagir, dengan konsultan pendidikan Munif Chatib dan sayd Hedar Ali. Merupakan sekolah yang berwawasan global dan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) dan mengadopsi kurikulum internasional dan standar dari University Of Cambridge International Examinations serta berpandangan islam progresif, mengedepankan pemahaman mengenai perbedaan dan toleransi, termasuk didalamnya dengan menerapkan sistem inklusi yang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus (special need students) dan terbuka menerima siswa dari berbagai latar belakang. Lazuardi haura GIS berada di perbukitan yang tenang di tengah kota Bandar lampung. Dengan pemandangan laut, sungai dan lereng bukit dengan udara yang sejuk, berada dekat dengan lokasi wisata alam, mendukung pembelajaran yang dekat dengan alam dan jauh dari polusi.Dengan konsep sekolah berorientasi alam menempatkan lingkungan sebagai laboratorium belajar yang tidak terbatas.

Tuesday, March 27, 2012

Pendidikan Kini Menjadi Beban

Pendidikan Kini Menjadi Beban
Tribun Lampung - Sabtu, 8 Oktober 2011 08:17 WIB
SHITA_(kiri)_bersama_staf_pengajar_Lazuardi_Haura.jpg
Shita Dharmasari mengungkapkan pada dasarnya, setiap manusia memiliki kecerdasan, kelebihan dan keunikan  masing-masing. Pun demikian, individu ini sebenarnya mampu mengaplikasikan kecerdasan ini dalam berbagai hal yang positif dan berdaya guna. Tinggal bagaimana, kita (guru dan orangtua) melihat potensi dan mengarahkannya pada hal yang positif dan sesuai dengan kecerdasannya tersebut.

Namun demikian, fakta yang terjadi di lapangan, dalam sebuah sistem pendidikan, para siswa terkesan tertekan dan terpaksa dalam menjalankan aktivitas formalnya. Sedikit sekali di antaranya, yang menjalankan pendidikan dengan keikhlasan. Pendidikan sewajarnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, tapi sebaliknya kini menjadi beban.

“Pada dasarnya semua sekolah itu baik, sebab seluruhnya memberikan pendidikan dan bekal pada generasi bangsa. Pun demikian, pendidikan menjadi sangat penting perannya bagi kemajuan suatu bangsa.

Namun demikian, sejauh ini saya memandang siswa terkesan memiliki sebuah beban dalam menjalani pendidikan. Bila kesuksesan pendidikan, hanya dipandang dari segi nilai akademik. Hingga akhirnya tahu apa lebih dominan dari bisa apa seperti kompetensi yang seharusnya ,” ungkapnya.

Dia berpendapat, pendidikan siswa sebaiknya lebih aktif dan berpusat pada siswa  daripada hanya sekedar mencatat atau menghapal. Sebab, pola ini mampu memacu siswa untuk lebih memahami pelajaran yang diterima. Sedangkan, untuk teori dapat diarahkan dengan literasi melalui media buku atau referensi bacaan lainnya.

“Tidak kalah penting, menghadapkan siswa pada persoalan melalui studi kasus tertentu, untuk kemudian di diskusikan secara bersama – sama. Sehingga, siswa tidak hanya belajar secara teori saja, namun lebih pada aplikasi lapangan, perumusan masalah, serta dapat mengambil kesimpulan dari persoalan yang di dapatnya. Teknik tersebut lebih merangsang siswa untuk enjoy, dan memberi pemahaman dan daya ingat yang lebih daripada hanya sekedar mengahapal,” ungkapnya.(ferika) Editor : soni

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com