Lazuardi haura GIS

My photo
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Lazuardi Haura Global Islamic School cabang dari Lazuardi Global Islamic School- Pusat, adalah sekolah-sekolah yang berada dibawah naungan yayasan Lazuardi Hayati, yang diketuai oleh Dr. Haidar Bagir, dengan konsultan pendidikan Munif Chatib dan sayd Hedar Ali. Merupakan sekolah yang berwawasan global dan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) dan mengadopsi kurikulum internasional dan standar dari University Of Cambridge International Examinations serta berpandangan islam progresif, mengedepankan pemahaman mengenai perbedaan dan toleransi, termasuk didalamnya dengan menerapkan sistem inklusi yang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus (special need students) dan terbuka menerima siswa dari berbagai latar belakang. Lazuardi haura GIS berada di perbukitan yang tenang di tengah kota Bandar lampung. Dengan pemandangan laut, sungai dan lereng bukit dengan udara yang sejuk, berada dekat dengan lokasi wisata alam, mendukung pembelajaran yang dekat dengan alam dan jauh dari polusi.Dengan konsep sekolah berorientasi alam menempatkan lingkungan sebagai laboratorium belajar yang tidak terbatas.

Wednesday, April 4, 2012

Lazuardi Haura Ciptakan Anak Bisa

Lazuardi Haura Ciptakan Anak Bisa


Home Pendidikan Lazuardi Haura Ciptakan Anak Bisa

Lazuardi Haura Ciptakan Anak Bisa


E-mail Email Berita
Cetak Print Berita
PDF PDF Berita
TUNJUKKAN HASIL KREATIVITAS: Empat siswa-siswi Sekolah Lazuardi Haura (dari kiri), Faiza, Rayka, Syahra, dan Yasel menunjukkan hasil kreativitas sebagai salah satu produk kompetensi dasarnya. (Foto Abdul Karim)
KETUA Yayasan Global Islamic School Lazuardi Haura Bandarlampung Shita Darmasari, S.H., M.Kes. menegaskan, pendidikan sebenarnya bukan sekadar menjadikan anak tahu apa. Tetapi jauh lebih penting, harus menjadikan anak bisa apa.
Itu pula yang dilakukan terhadap semua anak didik di sekolahnya. Baik siswa pra-TK (play group), TK, maupun SD. Penerapannya yaitu dengan make product (membuat produk) siswa pada setiap kompetensi dasar pembelajaran.
Menurutnya, dalam silabus pembelajaran ada banyak kompetensi dasar yang harus dicapai. Kemudian untuk menilai apakah setiap kompetensi tersebut sudah tercapai atau belum, sekolahnya menilai berdasarkan produk yang berhasil dibuat siswa.
Produk siswa dimaksud, lanjutnya, sesuai kompetensi yang diajarkannya (kognitif, psikomotorik, atau afektif). Ada yang sifatnya berupa benda atau barang, juga project.
Berupa barang dicontohkannya ketika anak belajar puisi, si anak harus mampu membuat puisi. Demikian juga menggambar atau keterampilan dan lainnya.
’’Membuat produk berupa benda pun tidak harus mengeluarkan biaya. Cukup memanfaatkan barang-barang bekas pakai. Di sini yang kami tekankan adalah kreativitas siswa,’’ terangnya saat ditemui di sekolah setempat kemarin (7/6).
Diakuinya, memang berbeda dengan produk yang sifatnya project. Ini tidak bisa dinilai dalam waktu seketika. Melainkan perlu waktu. misalnya sebulan atau tiga bulan ke depan karena menyangkut perubahan sikap.
’’Tolok ukur keberhasilannya adalah ada tidaknya perubahan sikap siswa bersangkutan. Ini khusus terkait kompetensi dasar afektif,’’ jelasnya.
Kemudian dalam penilaian akhir keberhasilan anak-anak didiknya, Sekolah Lazuardi bukan memberikan bobot lebih besar dari nilai ujian akhir sekolah sebagaimana dilakukan sekolah pada umumnya. Melainkan lebih kepada penilaian proses. Persentasenya 20% dari nilai ujian akhir dan 80% nilai proses.
’’Proses ini kami lakukan setiap melakukan pembelajaran satu kompetensi dasar. Jadi penilaiannya sudah kami lakukan sejak awal dengan sistem assessment autentik,’’ tegasnya. (rim/c3/rim)
KANTOR PUSAT: GRAHA PENA LAMPUNG, Jl. Sultan Agung No. 18 Kedaton, Bandarlampung - 35115 - Indonesia | Telp. (0721) 789750 - 782306, Fax. (0721) 789752 - 773930
Email: redaksi@radarlampung.co.id | © 2009 www.radarlampung.co.id - web version | Best View With Mozila FireFox